Rabu, 21 Oktober 2015

Keutamaan Puasa Asyura

Tidak ada komentar:
Berikut beberapa keutamaan puasa Asyura yang semestinya kita tahu sehingga semangat melakukan puasa tersebut.
1-Puasa di bulan Muharram adalah sebaik-baik puasa.
Dari Abu Hurairah, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda
,أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ“
Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.
” (HR. Muslim no. 1163).
Muharram disebut syahrullah yaitu bulan Allah, itu menunjukkan kemuliaan bulan tersebut.
Ath Thibiy mengatakan bahwa yang dimaksud dengan puasa disyahrullah yaitu puasa Asyura. Sedangkan Al Qori mengatakan bahwa hadits di atas yang dimaksudkan adalah seluruh bulan Muharram.
LihatTuhfatul Ahwadzi, 2: 532.
Imam Nawawirahimahullahberkata bahwa bulan Muharram adalah bulan yang paling afdhol untuk berpuasa.
LihatSyarh Shahih Muslim, 8: 50.
Hadits di atas menunjukkan keutamaan puasa di bulan Muharram secara umum,termasuk di dalamnya adalah puasa Asyura.
2-Puasa Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu
Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata
,وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ» يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ «.قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ » يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ“
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah?
Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura?
Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.
” (HR. Muslim no. 1162).
Kata Imam Nawawirahimahullah, yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah dosa kecil sebagaimana beliau penerangkan masalah pengampunan dosa ini dalam pembahasan wudhu. Namun diharapkan dosa besar pun bisa diperingan dengan amalan tersebut.
Jika tidak, amalan tersebut bisa meninggikan derajat seseorang.
LihatSyarh Shahih Muslim,8: 46.
Adapun Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat secara mutlak setiap dosa bisa terhapus dengan amalan seperti puasa Asyura.
LihatMajmu’ Al Fatawakarya Ibnu Taimiyah, 7: 487-5013
-Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam
punya keinginan berpuasa pada hari kesembilan (tasu’ah)Ibnu Abbasradhiyallahu ’anhuma
berkata bahwa ketika Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melakukan puasa hari
’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,يَا
رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.“
Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi danNashrani.
” Lantas beliau mengatakan
,فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ
Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)– kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.”
Ibnu Abbas mengatakan
,فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.“
Belum sampai tahun depan, Nabishallallahu ’alaihi wa sallamsudah keburu meninggal dunia.
” (HR. Muslim no. 1134)
Kenapa sebaiknya menambahkan dengan hari kesembilan untuk berpuasa?
Kata Imam Nawawirahimahullah, para ulama berkata bahwa maksudnya adalah untuk menyelisihi orang Yahudiyang cuma berpuasa tanggal 10 Muharram saja. Itulah yang ditunjukkan dalam hadits di atas. LihatSyarh Shahih Muslim, 8: 14.
Hanya Allah yang memberi taufik untuk beramal shalih.
Referensi:
Al Minhaj Syarh Shahih Muslim,
Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ibnu Hazm, cetakan pertama, tahun 1433 H.
Majmu’ Al Fatawa, Abul ‘Abbas Ahmad bin Abdul Halim (Ibnu Taimiyah),
terbitan Darul Wafa dan DarIbni Hazm, cetakan keempat, tahun 1432 H.
Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At Tirmidzi, Al Hafizh Abu ‘Ulaa Muhammad ‘Abdurrahman bin ‘Abdurrahim Al Mubarakfuri, terbitan Darus Salam, cetakan pertama, tahun 1432 H.
Akhukum fillah,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
back to top