Senin, 04 Januari 2016

UPDATE TERIK PULSA GRATIS TERBARU 2016

Tidak ada komentar:

Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Bismillah...
Oke Gan Disini Ane Mau Bagi Bagi Info Tentang Pulsa Gratis Terbaru Tapi Khusus Hp Android Gan !!

Disini Udah Terbukti Kalo Memang Beneran Gratis Gak Tanggung" Bisa Sampai Jutaan Pulsa Gratis Buat Agan !!!

Asal Mau Berusaha Ajah Ni Ane Kasih Tau Caranya !!!
Caranya :

1. Download Dulu Aplikasi Penghasil Pulsanya<br />
DOWNLOAD DISINI
[Dengan MegKlik Link ( DOWNLOAD DISINI ) Anda Langsung Diarahkan Ke Playstore Untuk Mendownload Aplikasinya]
2. Jika Sudah Silahkan Daftar Seperti Gambar Dibawah Ini

3.Terakhir Lengkapi Pendaftaran Sobat Pakek Akun Facebook Nanti Ijinkan

 4. Jika Sudah Jadi Member Silahkan Download Minimal 1 Aplikasi Di HOME Agar Terverifikasi Jadi Member Anda Dapat Pulsa 5rb cari aplikasi "buka lapak"lalu klik COBALAH APLIKASI INI lalu download jika sudah kembali ke aplikasi untuk DAPAT 5Rb Pulsa 

5. Dan Kalo Sudah Jreng Jreng Silahkan Mulai Raih Pulsa Sebanya-Nya !


Owh Iyah Inih Akun Ane Gan Habis Top Up 400rb ..

Dan Ini Bukti Ga Nyampe Semenit Pulsa Udah Nambah Gan ..
Ayo Mumpung Ada Kesempatan Buat Dapetin Pulsa Gratis Modal Android WAJIB coba !!!

Ok Sgitu Dulu yah Gan Good Luck !!!

Wassalam...

Jumat, 01 Januari 2016

Se-Syar'i Apapun Hijabmu Engkau Tetap Menjadi Fitnah Bagi Kami

Tidak ada komentar:

Seorang muslimah bercerita :

Ana mempunyai kawan penuntut ilmu syar'iy di jakarta sini, biasanya jika telah tiba musim liburan dia dijemput oleh mahramnya (kakak kandungnya),

pada suatu waktu ketika hendak safar kakaknya ingin singgah di tempat teman ikhwannya, maka dia pun menyuruh adiknya untuk menunggu di kos nanti kakaknya kembali lagi untuk menjemputnya,

dan berkatalah adiknya :
"ana ikut aja kesana, ntar ana tunggu antum di luar, kan cuma mau pamitan aja, dari pada antum kesana-kemari"

"gak boleh. Bahaya" Jawab sang kakak
"bahayanya apa? ana kan dah berjilbab syar'iy begini ( cadar, hitam pula, longgar dan panjang lagi),ana juga gak ketemu teman-teman antum"

"bahayanya besar, fitnahnya gede, bisa saja salah seorang melihat anti dan syeithan pun memasukkan penyakit di hatinya.. ( kasian mereka belom sanggup nikah dan mereka juga masih semangat dan ingin tenang dalam menuntut ilmu) dan anti pun demikian"

"Emangnya ana dengan penampilan ana yang beginimasih bisa menimbulkan fitnah?"

Simaklah jawaban si Kakak

" sudah menjadi sunnaturrasul bahwa fitnah bagi kaum adam adalah antunna ukhti, antunna berjilbab atau tidak berjilbab,berjilbab gaul maupun berjilbab syar'iy, bercadar sekalipun (ana ingat waktu itu para akhwat sangat takut terjun dalam tabarruj sehingga pakaiannya tidak seperti pakaian-laki akhwat yg marak saat ini) maka tetap saja antunna adalah fitnah bagi kaum laki-laki... bagi laki-laki yang awam, maka fitnah besar mereka adalah wanita-wanita telanjang (berpakaian tapi hakikatnya telanjang), yang tidak menggunakan hijab, yang berpakaian seksi...adapun para ikhwan fitnah wanita yg berpakaian seksi itu bagi mereka besar juga, namun lebih besar lagi fitnah antunna yg sudah berpakaian dan berhijab syar'iy, mereka bisa menundukkan pandangan terhadap wanita-wanita seksi, namun sulit menundukkan hati terhadap akhwat yg berpakaian syar'iy,bagi kami ( para ikhwan) biasa wanita yg seksi di jalan-jalan, kami bisa menundukan pandangan dari mereka, namun yang tidak biasa bagi kami adalah mengetahui ada akhwat berpakaian syar'iy lewat di dekat kami dan sangat sulit untuk menjaga hati kami, benar kami menundukan pandangan namun hati dan pikiran kami sulit untuk ditundukkan...melihat wanita yg berpakaian seksi lewat didepan kami, kemudian kami berpaling dan beristigfar itu tidak seberat, melihat kibasan ujung jilbab panjang dan hitam salah seorang dari antunna, itu akan terus terbayang-bayang dan mengganggu hati-hati kami..." ( selesai perkataan kakaknya)

Ketika si adik menceritakan hal itu kepada kami, maka sejak itu kami menghindari jalan melewati tempat yg biasanya di lalui ikhwan, agar tidak mengganggu mereka dengan ujung jilbab kami..

allahul musta'aan...

Dikutip dari Note Maryam Habsyi dengan sedkit perubahan.

Silahkan Share...

“Barangsiapa yang mengajak kepadapetunjuk, maka baginya ada pahalayang sama dengan pahala orang yangmengikutinya dan tidak dikurangisedikitpun juga dari pahala-pahalamereka.” (HR Muslim no. 2674).

Mutiara Salaf|Pahala Dan Dosa Dari Orang Yang Mengikutinya

Tidak ada komentar:

Syaikh Sa'ad Al-Khotslan memberi nasehat
Sesungguhnya kaidah syari'at menunjukkan bahwa barang siapa yang menyebabkan orang lain mendapatkan hidayah maka ia juga mendapatkan pahala orang-orang yang mengikutinya. Dan barang siapa yang menyebabkan orang lain tersesat maka ia juga mendapatkan dosa orang-orang yang mengikutinya, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

من دعا إلى هدى كان له من الأجره مثل أجور من تبعه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا، ومن دعا إلى ضلالة كان عليه من الوزر مثل أوزار من تبعه لا ينقص ذلك من أوزارهم شيئاً

"Barang siapa yang menyeru kepada petunjuk maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya dan tidak mengurangi pahala mereka sama sekali. Barang siapa yang menyeru kepada kesesatan maka atasnya dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya dengan tidak mengurangi dosa mereka sama sekali"

Silahkan Share...

“Barangsiapa yang mengajak kepadapetunjuk, maka baginya ada pahalayang sama dengan pahala orang yangmengikutinya dan tidak dikurangisedikitpun juga dari pahala-pahalamereka.” (HR Muslim no. 2674).

Informasi Pendaftaran Online Ar-Raayah Sukabumi 2016

Tidak ada komentar:

Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab STIBA Arraayah Sukabumi (Beasiswa)

#Membuka

Pendftran Online di:
SINI
Atau
Download Aplikasinya DISINI (khusus android)

Mulai :20 Des 2015
Tutup :05 April 2016

Perkiraaan ujian  seleksi:20 April- 20 Mei 2016

Informasi pendaftaran:

Email      : daftar.arraayah@gmail.com
Hp           :0812 1234 0008
Telepon   :0266 321568
Telegram:@bpmb_arraayah

Kunjungi Blognya DISNI

Segera daftar sekarang juga

Apa Susahnya Sih? Sambil Ngantri Beristigfar

Tidak ada komentar:

| Apa Susahnya?

Sambil ngantri beristighfar 100 kali atau lebih dari itu…, sambil bertasbih…, bertahlil…, bertakbir…dan dzikir-dzikir lainnya…

Detik-detik jangan sampai berlalu sia-sia…

Tentu sangat tidak susah, akan tetapi menjadi sangat susah tatkala tangan gatal ingin baca berita di internet…,
karena waktu menunggu paling asyik buat ngenet..atau nge-FB, atau nge-Twitt.., nge-BB, nge-WA, dll…,
Tidak dilarang sih, akan tetapi jangan lupa diselingi dengan dzikir…

أَلَا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” (QS Ar-Ro’du : 28)

Ustadz Firanda Andirja, MA

Murottal Idris Al-Hasyimi Yang Menyejukkan Hati

Tidak ada komentar:

Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Alhamdulillah,Puji Syukur Kita Panjatkan Kepada ALLAH SUBHANAHU WATA'ALA Atas Segala Nikmat-nya Terutama Nikmat Iman Yang Selalu Mengalir Di Dalam Hati Kita

Kali Ini saya Akan Share Murottal Dari Qori Idris Al-Hashemi Yang MasyaALLAH Menyejukkan Dan Mengobati Hati Yang GalauHe...he.. he...

Silahkan Download Dan Dengarkan
Pilih sesuai dengan tipe hp Antum

Download MP4 (360p)
Download 3GP (360p)

Video Lainya DISINI

Jangan Lupa Share...

“Barangsiapa yang mengajak kepadapetunjuk, maka baginya ada pahalayang sama dengan pahala orang yangmengikutinya dan tidak dikurangisedikitpun juga dari pahala-pahalamereka.” (HR Muslim no. 2674).

BARAKALLAHUFIIK

Kamis, 22 Oktober 2015

Cara Menggunakan Siwak Yang Baik Dan Benar

Tidak ada komentar:
Seperti yang telah saya janjikan pada tulisan saya yang sebelumnya mengenai manfaat siwak menurut Islam dan kesehatan, pada tulisan saya kali ini akan membahas mengenai bagaimana cara menggunakan siwak yang baik dan benar.

Namun sebelumnya agar kita tidak lupa saya akan sedikit mengulas kembali mengenai faedah atau keutamaan bersiwak, yaitu:

1,Siwak juga memiliki beberapa faedah yang sangat besar, diantaranya yang paling besar adalah yang telah dianjurkan oleh hadits: السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ “Siwak adalah pembersih bagi mulut; sesuatu yang membuat Allah ridho”. (HR. Ahmad)

2.Keutamaan shalat dengan memakai siwak itu, sebanding dengan 70 kali shalat dengan tidak memakai siwak. (HR. Ahmad)

3.Satu kali anda bertasbih kepada Allah dengan diawali siwak, maka dihitung 70X bertasbih. Shalat dengan diawali siwak, akan terhitung 70X shalat. Dua rakaat shalat tahajjud diawali dengan siwak, maka dihitung 140 rakaat tahajud.

Yang saya tuliskan disini hanya manfaat siwak dari pandangan agama,yang lebih lengkapnya bisa anda baca kembali pada artikel Manfaat Siwak Menurut Islam dan Kesehatan.

Sebelum kepada cara pengunaan alangkah baiknya jika kita juga mengetahui waktu-waktu yang disunahkan untuk bersiwak antara lain.

1. Setiap akan melakukan wudhu dan shalat
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ وُضُوْءٍ
“Seandai tidak memberatkan umatku niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak tiap kali berwudhu.”

2. Ketika masuk rumah
Syuraih bin Hani` pernah bertanya kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:
بِأَيِّ شَيْءٍ كَانَ يَبْدَأُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ؟ قَالَتْ: بِالسِّوَاكِ
“Apa yang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan apabila beliau masuk rumah?” Aisyah menjawab: ‘Beliau mulai dengan bersiwak’.”

3. Ketika hendak membaca Al-Qur`an
Dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
السِّوَاكُ مَطَهَّرَةٌ لِلْفَمِ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِ
“Siwak itu membersihkan mulut diridhai oleh Allah SWT.”

4. Saat bangun tidur di waktu malam/akan bertahajud
Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu berkata:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوْصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila bangun di waktu malam beliau menggosok mulut dgn siwak.”

5. Saat bau mulut berubah
Perubahan bau mulut bisa terjadi karena beberapa hal. Di antaranya: karena tidak makan dan minum karena memakan makanan yang memiliki aroma menusuk/tidak sedap diam yang lama/tak membuka mulut untuk berbicara banyak berbicara dan bisa juga karena lapar yang sangat demikian pula bangun dari tidur.

Cara menggunakan Siwak / Miswak
Adapun cara untuk menggunakan siwak/miswak itu sendiri adalah sebagai berikut;

1. Batang atau cabang siwak dipotong berukuran pensil dengan panjang 15-20 cm. Stick kayu siwak ini dapat diambil dari akar, tangkai, ranting, atau batang tanamannya. Stick dengan ukuran diameter 1 cm dapat digigit dengan mudah dan memberikan tekanan yang tidak merusak gusi apabila digunakan.

2. Kulit dari stick siwak ini dihilangkan atau dibuang hanya pada bagian ujung stick yang akan dipakai saja.

3. Bagian ujung stick siwak yang sudah dihilangkan kulit luarnya digigit-gigit atau dikunyah-kunyah sampai berjumbai seperti berus

4. Siwak yang kering dapat merusak gusi, sebaiknya direndam dalam air segar selama 1 hari sebelum digunakan. Selain itu, air tersebut juga dapat digunakan untuk kumur-kumur.

5. Bagian siwak yang sudah seperti berus digosokkan pada gigi, dan bisa juga digunakan untuk membersihkan lidah.

6.Kalau siwak sudah mekar, dipotong, sisanya dipakai lagi

Cara Bersiwak
Mengenai bagaimana cara bersiwak tidak ada ikhtilaf antara ulama, bahwa didalam kitab Syama’il Imam Tirmidzi, dalam hadist Rasul saw, bahwa Rasul saw. bersiwak dengan kayu arak, dan memulainya dari pertengahan, lalu ke arah kanan lalu ke kiri, demikian diulangi sebanyak 3 kali.

Imam Ghazali rahimahullah menambahkan cara yang lebih lengkap, yaitu:
  • Meletakkan siwak di jajaran gigi tengah bagian atas,
  • Lalu mendorongnya ke arah kanan sampai ke ujungnya,
  • Lalu turunkan ke jajaran bawah kanan ujung,
  • Lalu mendorongnya kembali ke tengah jajaran bawah,
  • Lalu kembali naik ke tengah jajaran atas,
  • Lalu mendorongnya ke arah kiri sampai ujungnya,
  • Lalu turunkan ke jajaran bawah kiri ujung, dan mendorongnya lagi ke tengah di jajaran bawah.
Nah itulah yang bisa saya sampaikan mengenai cara menggunakan siwak yang baik dan denar. Mudah-mudahan bisa dipahami dan bermanfaat.

Rabu, 21 Oktober 2015

Bolehkah Puasa 10 Muharram (Asyura) Tanpa Puasa Tanggal 9?

Tidak ada komentar:
Kita sudah mengetahui keutamaan puasa Asyura.
Namun ada keutamaan jika mengikutkan dengan puasa Tasu’ah yaitu puasa pada tanggal 9 Muharram di antara tujuannya adalah untuk menyelisihi Yahudi.
Bagaimana jika puasanya hanya sehari, tanggal 10 Muharram saja?
Puasa Tanggal 9 (Tasu’ah) dan 10 Muharram (Asyura)
Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata
,وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ» يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ «.قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ » يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah?
Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura?
Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim no. 1162).
Nabishallallahu ‘alaihi wa sallampunya keinginan berpuasa pada hari kesembilan (tasu’ah) sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut.
Ibnu Abbasradhiyallahu ’anhumaberkata bahwa ketika Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melakukan puasa hari’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.“
Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi danNashrani.”
Lantas beliau mengatakan,
فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ“
Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)– kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.”
Ibnu Abbas mengatakan
,فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.“
Belum sampai tahun depan, Nabishallallahu ’alaihi wa sallamsudah keburu meninggal dunia.”
(HR. Muslim no. 1134).
Hukum Puasa Tanggal 10 (Asyura) Sehari Saja Ulama Hanafiyah menegaskan bahwa makruh hukumnya jika berpuasa pada tanggal 10 saja dan tidak diikutsertakan dengan tanggal 9 Muharram atau tidak diikutkan dengan puasa tanggal 11-nya. Sedangakan ulama Hambali tidak menganggap makruh jika berpuasa tanggal 10 saja.
Sebagaimana pendapat ini menjadi pendapat dalam madzhab Imam Malik. LihatAl Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 28: 90.
Disebutkan oleh Imam Nawawirahimahullahbahwa Imam Asy Syafi’i dan ulama Syafi’iyyah, Imam Ahmad, Ishaq dan selainnya mengatakan bahwa dianjurkan (disunnahkan) berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh sekaligus; karena Nabishallallahu’alaihi wa sallamberpuasa pada hari kesepuluh dan berniat (berkeinginan) berpuasa juga pada hari kesembilan.
Apa hikmah Nabishallallahu ’alaihi wasallammenambah puasa pada hari kesembilan?
An Nawawi rahimahullah melanjutkan penjelasannya.Sebagian ulama mengatakan bahwa sebab Nabishallallahu ’alaihi wa sallambepuasa pada hari kesepuluh sekaligus kesembilan agar tidak tasyabbuh (menyerupai) orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja.
Dalam hadits Ibnu Abbas juga terdapat isyarat mengenai hal ini. Ada juga yang mengatakan bahwa hal ini untuk kehati-hatian, siapatahu salah dalam penentuan hari’Asyura’ (tanggal 10 Muharram).
Pendapat yang menyatakan bahwa Nabi menambah hari kesembilan agar tidak menyerupai puasa Yahudi adalah pendapat yang lebih kuat.Wallahu a’lam. LihatSyarh Shahih Muslim, 8: 15.
Ulama Hanafiyah dan Syafi’iyah berpendapat sunnahnya berpuasa pada tanggal 11 bagi yang tidak sempat berpuasa tanggal sembilannya. Bahkan disebutkan oleh Asy Syarbini Al Khotib,Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Imla’ mengatakan bahwa disunnahkan berpuasa tiga hari sekaligus, yaitu 9, 10 dan 11 Muharram.
Kesimpulannya, tidaklah makruh melaksanakan puasa Asyura saja yaitu tanggal 10 tanpa diiringi tanggal 9. Namun lebih baiknya dua hari tersebut digabungkan untuk menyelisihi orang Yahudi.
Jika tidak sempat tanggal 9 dan 10, maka bisa memilih tanggal 10 dan 11 untuk berpuasa. Karena tujuannya sama, agar puasa Asyura tersebut tidak menyerupai puasa orang Yahudi.Wallahu a’lam.
Ya Allah, mudahkanlah kami dalam beramal shalih.Wallahu waliyyut taufiq.—
Referensi:
Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, terbitan Kementrian Agama Kuwait.
Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ibnu Hazm, cetakan pertama, tahun 1433 H.
—Akhukum fillah,

Keutamaan Puasa Asyura

Tidak ada komentar:
Berikut beberapa keutamaan puasa Asyura yang semestinya kita tahu sehingga semangat melakukan puasa tersebut.
1-Puasa di bulan Muharram adalah sebaik-baik puasa.
Dari Abu Hurairah, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda
,أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ“
Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.
” (HR. Muslim no. 1163).
Muharram disebut syahrullah yaitu bulan Allah, itu menunjukkan kemuliaan bulan tersebut.
Ath Thibiy mengatakan bahwa yang dimaksud dengan puasa disyahrullah yaitu puasa Asyura. Sedangkan Al Qori mengatakan bahwa hadits di atas yang dimaksudkan adalah seluruh bulan Muharram.
LihatTuhfatul Ahwadzi, 2: 532.
Imam Nawawirahimahullahberkata bahwa bulan Muharram adalah bulan yang paling afdhol untuk berpuasa.
LihatSyarh Shahih Muslim, 8: 50.
Hadits di atas menunjukkan keutamaan puasa di bulan Muharram secara umum,termasuk di dalamnya adalah puasa Asyura.
2-Puasa Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu
Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata
,وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ» يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ «.قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ » يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ“
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah?
Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura?
Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.
” (HR. Muslim no. 1162).
Kata Imam Nawawirahimahullah, yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah dosa kecil sebagaimana beliau penerangkan masalah pengampunan dosa ini dalam pembahasan wudhu. Namun diharapkan dosa besar pun bisa diperingan dengan amalan tersebut.
Jika tidak, amalan tersebut bisa meninggikan derajat seseorang.
LihatSyarh Shahih Muslim,8: 46.
Adapun Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat secara mutlak setiap dosa bisa terhapus dengan amalan seperti puasa Asyura.
LihatMajmu’ Al Fatawakarya Ibnu Taimiyah, 7: 487-5013
-Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam
punya keinginan berpuasa pada hari kesembilan (tasu’ah)Ibnu Abbasradhiyallahu ’anhuma
berkata bahwa ketika Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melakukan puasa hari
’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,يَا
رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.“
Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi danNashrani.
” Lantas beliau mengatakan
,فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ
Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)– kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.”
Ibnu Abbas mengatakan
,فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.“
Belum sampai tahun depan, Nabishallallahu ’alaihi wa sallamsudah keburu meninggal dunia.
” (HR. Muslim no. 1134)
Kenapa sebaiknya menambahkan dengan hari kesembilan untuk berpuasa?
Kata Imam Nawawirahimahullah, para ulama berkata bahwa maksudnya adalah untuk menyelisihi orang Yahudiyang cuma berpuasa tanggal 10 Muharram saja. Itulah yang ditunjukkan dalam hadits di atas. LihatSyarh Shahih Muslim, 8: 14.
Hanya Allah yang memberi taufik untuk beramal shalih.
Referensi:
Al Minhaj Syarh Shahih Muslim,
Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ibnu Hazm, cetakan pertama, tahun 1433 H.
Majmu’ Al Fatawa, Abul ‘Abbas Ahmad bin Abdul Halim (Ibnu Taimiyah),
terbitan Darul Wafa dan DarIbni Hazm, cetakan keempat, tahun 1432 H.
Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At Tirmidzi, Al Hafizh Abu ‘Ulaa Muhammad ‘Abdurrahman bin ‘Abdurrahim Al Mubarakfuri, terbitan Darus Salam, cetakan pertama, tahun 1432 H.
—Akhukum fillah,
 
back to top